Bahas Manajemen Rumah Sakit, Dosen UNTAG Surabaya Berhasil Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi

Ontot Murwato Suwondo akhirnya resmi menyandang gelar Doktor bidang Ilmu Ekonomi dari program studi Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNTAG Surabaya. Ia mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Dimensi Sosial, Fleksibilitas Keuangan dan Lingkungan (Triple Bottom Line) Terhadap Kinerja Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Daerah Provinsi Jawa Timur dengan Management Accounting Information System Sebagai Variabel Intervening” didepan tim penguji dengan hasil sangat memuaskan, Selasa (22/1). Ujian yang bertempat di Gedung Graha Wiyata lantai 9, UNTAG Surabaya tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA.

Dosen UNTAG Surabaya yang juga merupakan anggota PPK-BLUD Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Pusat ini mengaku tujuan penelitiannya yakni untuk menguji pengaruh variabel independen; dimensi sosial, fleksibilitas keuangan dan lingkungan (Triple Bottom Line/TBL) terhadap kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD milik Provinsi Jawa Timur. Selain itu juga untuk menguji Management Accounting Information System (MAIS) sebagai variabel intervening.

“Penelitian dilakukan pada 4 RSUD milik Provinsi Jawa Timur yang telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PKK-BLUD). Sedang data interval sendiri diperoleh dari 164 unit kerja sebagai sampel,” ungkap laki-laki kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah tersebut.

Dalam disertasinya ini, Sekretaris Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Timur ini mengemukakan banyak saran bagi manajemen BLUD RSUD Provinsi Jawa Timur terkait hasil penelitiannya. Sesuai dengan pembahasan deskripsi dimensi sosial, Ontot menyarankan agar BLUD RSUD Provinsi Jawa Timur meningkatkan motivasi untuk mengembangkan diri bagi karyawan. “Pengembangan SDM dapat dilakukan melalui pelatihan minimum 20 jam setahun sesuai dengan bidang keahliannya,” tuturnya.

Lewat penelitiannya, ia juga menyimpulkan bahwa BLUD RSUD Provinsi Jatim belum secara optimal menciptakan kemudahan membayar bagi pasien atau keluarga pasien. “Berdasarkan temuan ini, maka saya menyarankan agar RSUD bersangkutan bisa memanfaatkan sarana pembayaran EDC (Electronic Data Capture) atau fasilitas perbankan serupa lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.

Lebih lanjut dalam dimensi Fleksibilitas Keuangan, Ontot menemukan terjadinya over liquid. “Saya menyarankan agar BLUD RSUD memanfaatkan fleksibilitas dengan mengelola kas yang idle (tidak produktif) tersebut antara lain dalam bentuk investasi jangka pendek (deposito),” sarannya. (ua/aep)

www.untag-sby.ac.id

 

Komentar